Studio IPALbelajar · simulasi · rancang

Belajar › Konsep dasar

Tata letak dan kebutuhan lahan

Rujukan buku: Buku 3, Bab 8

Coba di simulasi →

Lahan sering menjadi kendala terbesar IPAL komunal di permukiman padat: yang tersedia biasanya fasilitas umum, sempadan sungai, atau sisa kavling. Tata letak memeriksa dua hal: apakah luas lahan cukup, dan apakah bentuk lahan (panjang dan lebarnya) muat menampung bangunan.

Cara aplikasi menata unit

Unit diletakkan berurutan searah aliran, dari saringan sampai pengering lumpur, menyusuri panjang lahan:

  • jarak batas dari tepi lahan 1,50 m di keliling;
  • jarak antarunit 0,60 m (ruang kerja dan jalur pipa);
  • ukuran luar unit = ukuran dalam + 2 x tebal dinding; modul paralel berjajar ke arah lebar, sehingga lebar luar = (lebar + 2 x tebal) x jumlah modul;
  • bila unit berikutnya melewati panjang lahan, aplikasi memulai baris baru di sebelahnya.
Luas bangunan = jumlah (panjang luar x lebar luar) semua unit
Luas perlu    = 1,35 x luas bangunan
Lebar perlu   = y_akhir + 1,50
  • 1,35 = tambahan 35 persen untuk jalan inspeksi, sirkulasi, dan ruang perawatan
  • y_akhir = jarak dari tepi lahan sampai sisi terjauh baris terakhir (m)

Hasil tata letak ini bentuk awal untuk memeriksa kecukupan lahan. Penataan akhir (belokan rangkaian, letak pintu masuk truk penguras, rumah blower) tetap dikerjakan perencana di gambar.

Panjang lahan

Coba di simulasi →

Panjang lahan adalah sisi lahan yang lebih panjang, tempat unit dijajarkan searah aliran. Panjang yang cukup membuat seluruh rangkaian muat dalam satu baris, dengan pipa penghubung pendek dan lurus. Panjang terlalu pendek memaksa baris kedua dan ketiga; aliran berbalik arah, pipa bertambah, dan lebar lahan cepat habis.

Ruang pakai = panjang lahan - 2 x 1,50 m. Pada data awal 42 - 3 = 39 m.

Kalau muncul PERIKSA pada lebar terpakai karena banyak baris: pastikan panjang dan lebar tidak tertukar (masukkan sisi terpanjang sebagai panjang). Aplikasi tidak memeriksa apakah satu unit yang sangat panjang (misalnya sel lahan basah) melebihi panjang lahan; periksa di gambar tata letak.

Lebar lahan

Coba di simulasi →

Lebar lahan adalah sisi lahan yang tegak lurus arah jajaran unit. Lebar inilah yang menampung unit dengan modul paralel paling banyak, ditambah baris tambahan bila ada. Lebar yang sempit langsung membatasi jumlah modul: tangki septik 5 modul, misalnya, memerlukan sekitar 19 m lebar luar.

Lebar dipakai pada pemeriksaan lebar terpakai: lebar lahan harus >= sisi terjauh bangunan + 1,50 m.

Kalau muncul PERIKSA: periksa lebar lahan dari data ukur. Bila benar sempit, kurangi lebar bangunan dengan menaikkan tinggi air unit terbesar atau sasaran panjang : lebar, sehingga jumlah modul turun.

Kebutuhan lahan

Kebutuhan lahan adalah luas lahan yang diperlukan untuk semua bangunan IPAL beserta ruang sirkulasi dan perawatan. Lahan kurang berarti unit berdesakan, truk penguras tidak bisa masuk, dan perawatan terabaikan. Lahan jauh berlebih tidak merugikan secara teknis.

Kriteria di aplikasi: lahan tersedia (panjang x lebar) >= 1,35 x luas bangunan.

Gambaran pada Griya Asri (150 m3/hari): R4 158 m2, R3 203 m2, R1 215 m2, R2 377 m2, dan R5 4.251 m2. R2 lebih besar karena ruang lumpur tangki septik; lahan basah membutuhkan sekitar dua puluh kali lahan R1.

Kalau muncul PERIKSA: ganti rangkaian dengan kebutuhan lahan lebih kecil, naikkan tinggi air unit terbesar, susun unit bertumpuk bila struktur memungkinkan, atau tambah lahan.

Lebar terpakai

Lebar terpakai adalah jarak dari tepi lahan sampai sisi terjauh bangunan, ditambah jarak batas 1,50 m. Pemeriksaan ini menangkap masalah yang lolos dari pemeriksaan luas: lahan bisa cukup luas tetapi terlalu sempit untuk satu unit yang lebar.

Kriteria di aplikasi: lebar lahan >= y_akhir + 1,50 m.

Unit yang biasanya menentukan adalah unit dengan modul paralel terbanyak: filter anaerobik dan tangki septik pada rangkaian anaerobik, sel lahan basah pada R5.

Kalau muncul PERIKSA: lihat unit yang paling lebar di tabel hasil. Naikkan tinggi airnya atau sasaran panjang : lebar agar modul berkurang, tukar panjang dan lebar bila keliru, atau pilih rangkaian lain. Menambah lebar lahan menyelesaikan masalah bila lahan sebelah tersedia.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menulis luas lahan dari sertifikat tanpa melihat bentuknya; lahan segitiga atau berbentuk L tidak bisa dipakai penuh.
  • Lupa sempadan sungai dan sempadan bangunan; lahan "tersedia" di atas kertas ternyata separuhnya tidak boleh dibangun.
  • Tidak menyediakan jalan masuk truk penguras lumpur dan ruang bak pengering lumpur.
  • Menganggap pemeriksaan luas OK berarti semuanya muat, padahal lebar terpakai PERIKSA.

Studi kasus: Griya Asri, lahan 42 m x 18 m

Lahan tersedia 42 x 18 = 756 m2.

R1 (abr-af). Delapan unit muat dalam satu baris. Unit terakhir (pengering lumpur) berakhir pada x = 36,2 m, masih di dalam batas 40,5 m. Luas bangunan 158,9 m2, kebutuhan lahan 1,35 x 158,9 = 214,5 m2 <= 756 m2, OK. Unit terlebar adalah filter anaerobik 4 modul, lebar luar 14,60 m: lebar perlu 1,50 + 14,60 + 1,50 = 17,60 m <= 18 m, OK, tetapi tipis.

R2 (septik-af). Tangki septik 5 modul, lebar luar 19,0 m. Luas masih cukup (376,8 m2), tetapi lebar perlu 22,00 m > 18 m, PERIKSA. Mencoba tinggi air tangki 2,50 m menurunkan modul menjadi 4 dan lebar perlu 18,20 m, masih PERIKSA tipis; lahan selebar 24 m menyelesaikannya.

R5 (abr-lahan-basah). Sel lahan basah 67,0 m x 22,4 m (2 sel) membuat tiga baris. Kebutuhan lahan 4.250,6 m2 > 756 m2 dan lebar perlu 62,10 m > 18 m: keduanya PERIKSA. Panjang luar sel 67,3 m juga melebihi panjang lahan 42 m, walau aplikasi tidak memeriksanya. Pada lahan ini R5 tidak layak.

Rujukan

  • Buku 3, Bab 8.
  • Sasse, L. (1998). DEWATS: Decentralised Wastewater Treatment in Developing Countries.
  • SNI 2398:2017 Tata cara perencanaan tangki septik dengan pengolahan lanjutan.