Glosarium
Rujukan buku: Buku 3, Bab 8
Istilah diurut menurut abjad. Padanan Inggris ditulis dalam kurung. Singkatan dikumpulkan di bagian akhir.
A
- Aerasi diperpanjang (extended aeration) - Varian lumpur aktif dengan waktu tinggal dan umur lumpur panjang sehingga lumpur yang dihasilkan sedikit dan lebih stabil. Penjelasan
- Aerob (aerobic) - Keadaan atau proses yang memerlukan oksigen terlarut; bakteri aerob menguraikan bahan organik lebih cepat daripada bakteri anaerob. Penjelasan
- Air limbah domestik (domestic wastewater) - Air bekas dari kegiatan rumah tangga: kakus, mandi, cuci, dan dapur. Penjelasan
- Anaerob (anaerobic) - Keadaan tanpa oksigen terlarut; bakteri anaerob mengubah bahan organik menjadi gas metana dan karbon dioksida tanpa memerlukan listrik untuk aerasi. Penjelasan
B
- Bak aerasi (aeration tank) - Bak lumpur aktif tempat flok bakteri diberi udara terus-menerus untuk menguraikan bahan organik. Penjelasan
- Bak pengering lumpur (sludge drying bed) - Bak dangkal berlapis pasir dan kerikil tempat lumpur dijemur dan ditiriskan sampai cukup kering untuk diangkut. Penjelasan
- Bak pengumpul (collection / equalization tank) - Bak di hulu IPAL yang menampung aliran dari jaringan pipa dan meredam fluktuasi debit. Penjelasan
- Bak ukur (measuring chamber) - Bak berambang di ujung IPAL untuk mengukur debit keluaran dan mengambil contoh uji. Penjelasan
- Baku mutu (effluent standard) - Batas kadar pencemar tertinggi yang boleh dibuang ke lingkungan; untuk air limbah domestik diatur Permen LHK No. 68 Tahun 2016. Penjelasan
- Beban ambang pelimpah (weir loading rate) - Debit per meter panjang ambang pelimpah keluaran; bila terlalu besar, padatan ikut terbawa keluar. Penjelasan
- Beban BOD (BOD load) - Massa BOD yang masuk per hari, hasil kali kadar BOD dan debit, dalam kg/hari. Penjelasan
- Beban hidrolis permukaan (hydraulic loading rate) - Debit dibagi luas permukaan, dipakai terutama untuk lahan basah dalam cm/hari. Penjelasan
- Beban kejut (shock load) - Lonjakan debit atau kadar pencemar mendadak yang melampaui keadaan rancangan. Penjelasan
- Beban organik (organic loading rate) - Massa bahan organik per satuan volume bak atau media per hari, misalnya kg COD/m3/hari. Penjelasan
- Beban padatan (solids loading rate) - Massa padatan yang masuk pengendap akhir per satuan luas per jam; batasnya mencegah lapisan lumpur meluap. Penjelasan
- Beban permukaan (surface overflow rate) - Debit dibagi luas permukaan bak pengendap, dalam m3/m2/hari; makin kecil, makin banyak partikel yang sempat mengendap. Penjelasan
- Biofilm (biofilm) - Lapisan tipis mikroorganisme yang tumbuh menempel pada permukaan media dan menguraikan bahan organik dari air yang melintas. Penjelasan
- Biofilter aerob (aerobic biofilter) - Bak bermedia yang diberi udara sehingga biofilm aerob tumbuh pada media dan mengolah air limbah. Penjelasan
D
- Debit puncak (peak flow) - Debit tertinggi yang diperkirakan dalam sehari, yaitu debit rata-rata dikali faktor puncak. Penjelasan
- Debit rata-rata (average daily flow) - Volume air limbah per hari dibagi rata sepanjang hari; dasar perhitungan volume bak. Penjelasan
- Desinfeksi (disinfection) - Pembunuhan bakteri patogen pada keluaran, di IPAL komunal umumnya dengan kaporit. Penjelasan
- Diffuser (diffuser) - Alat di dasar bak yang memecah udara dari blower menjadi gelembung halus agar oksigen mudah larut. Penjelasan
- Dosis klor (chlorine dose) - Massa klor aktif yang dibubuhkan per liter air, dalam mg/L. Penjelasan
E
- Efisiensi penyisihan (removal efficiency) - Persentase pencemar yang dihilangkan suatu unit atau rangkaian dibanding kadar masuknya. Penjelasan
- Efisiensi transfer oksigen (oxygen transfer efficiency) - Bagian oksigen dari udara yang dihembuskan yang benar-benar larut ke dalam air. Penjelasan
- Elevasi muka air tanah (groundwater level) - Ketinggian permukaan air tanah di tapak terhadap datum; menentukan risiko gaya angkat dan kebutuhan dewatering. Penjelasan
F
- Faktor pengembalian (return factor) - Bagian air bersih yang dipakai lalu kembali menjadi air limbah; nilai bakunya 0,80. Penjelasan
- Faktor puncak (peak factor) - Perbandingan debit puncak terhadap debit rata-rata. Penjelasan
- Filter anaerobik (anaerobic filter) - Bak beraliran naik berisi media tempat biofilm anaerob memoles sisa bahan organik. Penjelasan
G
- Gaya angkat (uplift) - Dorongan ke atas dari air tanah pada bak yang dasarnya di bawah muka air tanah; bak kosong bisa terangkat bila beratnya kurang. Penjelasan
- Geomembran (geomembrane) - Lembaran plastik HDPE kedap air untuk melapisi dasar dan dinding lahan basah agar air limbah tidak meresap ke tanah. Penjelasan
H
- Harga satuan (unit price) - Harga per satuan volume pekerjaan, misalnya rupiah per m3 beton, yang dikalikan volume untuk mendapat biaya. Penjelasan
- Hukum Darcy (Darcy's law) - Hubungan debit aliran melalui media berpori dengan konduktivitas hidrolis, kemiringan, dan luas penampang; dipakai untuk lebar minimum lahan basah. Penjelasan
I
- Interval pengurasan (desludging interval) - Selang waktu antara dua pengurasan lumpur; menentukan besar ruang lumpur. Penjelasan
- IPAL domestik komunal (communal domestic wastewater treatment plant) - Instalasi yang mengolah air limbah domestik dari sekelompok rumah melalui jaringan pipa bersama. Penjelasan
J
- Jagaan (freeboard) - Jarak tegak antara muka air tertinggi dan puncak dinding bak. Penjelasan
- Jarak bersih kisi (clear bar spacing) - Celah bebas antara dua batang kisi saringan; menentukan ukuran benda yang tertahan. Penjelasan
K
- Kadar padat lumpur (sludge solids content) - Persentase bahan kering di dalam lumpur basah; menentukan volume lumpur yang harus ditangani. Penjelasan
- Kebutuhan oksigen (oxygen requirement) - Massa oksigen per hari yang harus dipasok agar bakteri aerob dapat menguraikan beban BOD. Penjelasan
- Kebutuhan udara (air requirement) - Volume udara yang harus dihembuskan blower untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Penjelasan
- Kecepatan aliran naik (upflow velocity) - Kecepatan air bergerak ke atas di kompartemen ABR atau filter; bila terlalu cepat, lumpur terbawa keluar. Penjelasan
- Kehilangan tinggi tekan (head loss) - Penurunan muka air saat air melewati unit, pipa, atau ambang. Penjelasan
- Kempa udara (blower) - Mesin yang menghembuskan udara ke bak aerob; harus menyala terus selama IPAL beroperasi. Penjelasan
- Kompartemen (compartment) - Ruang di dalam bak yang dibatasi sekat sehingga air melewatinya berurutan. Penjelasan
- Kriteria penentu (governing criterion) - Kriteria yang menghasilkan ukuran terbesar dan karena itu menentukan dimensi unit. Penjelasan
L
- Lahan basah buatan (constructed wetland) - Kolam dangkal berisi kerikil dan tanaman air tempat air limbah mengalir di bawah permukaan dan dipoles secara alami. Penjelasan
- Laju pembentukan lumpur (sludge accumulation rate) - Volume lumpur yang terkumpul per orang per tahun di tangki septik. Penjelasan
- Luas lahan perlu (required land area) - Jejak seluruh bangunan IPAL ditambah ruang sirkulasi dan perawatan. Penjelasan
- Lumpur aktif (activated sludge) - Proses aerob dengan flok bakteri melayang yang diendapkan lalu sebagian dikembalikan ke bak aerasi. Penjelasan
- Lumpur mengembang (sludge bulking) - Gangguan pada lumpur aktif ketika flok sulit mengendap sehingga lumpur lolos dari pengendap akhir. Penjelasan
M
- Media filter (filter media) - Bahan berongga tempat biofilm menempel, misalnya batu pecah atau sarang tawon plastik. Penjelasan
- Modul paralel (parallel module) - Bak identik yang dipasang berdampingan dan berbagi debit agar lebar tiap bak tetap dalam batas. Penjelasan
- Muka air badan penerima (receiving water level) - Elevasi muka air sungai atau saluran tempat keluaran IPAL dibuang, biasanya diambil pada keadaan banjir. Penjelasan
N
- Nitrifikasi (nitrification) - Pengubahan amonia menjadi nitrat oleh bakteri aerob; butuh oksigen dan umur lumpur cukup panjang. Penjelasan
P
- Patogen (pathogen) - Mikroorganisme penyebab penyakit, misalnya bakteri tinja, yang dikurangi oleh desinfeksi. Penjelasan
- Pemakaian air bersih (water consumption) - Volume air bersih yang dipakai satu orang per hari, dalam L/orang/hari. Penjelasan
- Pengendap akhir (secondary clarifier) - Bak pengendap setelah unit aerob untuk memisahkan flok atau biofilm terlepas dari air olahan. Penjelasan
- Pengendap awal (primary clarifier) - Bak pengendap di awal rangkaian yang menyisihkan padatan mudah endap sebelum pengolahan biologis. Penjelasan
- Penurunan muka air tanah (dewatering) - Pemompaan sementara air tanah dari galian agar pengecoran dapat dilakukan kering. Penjelasan
- Perbandingan F/M (food-to-microorganism ratio) - Beban BOD harian dibagi massa biomassa di bak aerasi. Penjelasan
- Perbandingan panjang : lebar (length-to-width ratio) - Perbandingan sisi panjang dan sisi lebar bak; memengaruhi pola aliran dan zona mati. Penjelasan
- Pra-rancangan (preliminary design) - Rancangan awal untuk memilih rangkaian dan memperkirakan ukuran serta biaya, belum menggantikan perencanaan rinci. Penjelasan
- Profil hidrolis (hydraulic profile) - Gambar potongan memanjang yang menunjukkan elevasi muka air di setiap unit dari pipa masuk sampai badan air. Penjelasan
R
- Rangkaian pengolahan (treatment train) - Urutan unit yang dilalui air limbah dari pipa masuk sampai keluaran. Penjelasan
- Reaktor bersekat anaerobik (anaerobic baffled reactor) - Bak anaerob bersekat yang memaksa air mengalir naik-turun melewati lapisan lumpur aktif di tiap kompartemen. Penjelasan
- Resirkulasi lumpur (return sludge) - Pemompaan lumpur dari pengendap akhir kembali ke bak aerasi untuk menjaga MLSS. Penjelasan
S
- Sambungan rumah (house connection) - Satu sambungan pipa dari rumah ke jaringan air limbah komunal; satuan dasar jumlah pelanggan. Penjelasan
- Saringan kasar (bar screen) - Deretan batang sejajar di saluran masuk yang menahan sampah dan benda kasar. Penjelasan
- Sekat pengarah (baffle) - Dinding pembatas di dalam bak yang mengarahkan aliran agar tidak ada jalan pintas. Penjelasan
- Siklus pengeringan (drying cycle) - Lama satu putaran mengisi, menjemur, dan mengangkat lumpur di satu bak pengering. Penjelasan
- Sisa tinggi tekan (residual head) - Selisih muka air keluaran IPAL dengan muka air badan penerima; bila terlalu kecil, keluaran perlu dipompa. Penjelasan
- Suhu air limbah (wastewater temperature) - Suhu yang memengaruhi laju penguraian biologis; makin hangat, makin cepat. Penjelasan
T
- Tangki septik komunal (communal septic tank) - Tangki bersekat yang mengendapkan padatan dan menyimpan lumpur bertahun-tahun untuk sekelompok rumah. Penjelasan
- Tinggi air (water depth) - Kedalaman air dari dasar bak sampai muka air rancangan. Penjelasan
- Tinggi air di atas ambang (head over weir) - Tebal aliran di atas puncak ambang bak ukur; dari angka ini debit dihitung. Penjelasan
- Tinggi media (media depth) - Tebal lapisan media dalam filter, biofilter, atau lahan basah. Penjelasan
U
- Umur lumpur (sludge retention time) - Rata-rata lama biomassa tinggal di dalam sistem sebelum dibuang. Penjelasan
V
- Volume efektif (effective volume) - Volume bak yang benar-benar terisi air dan bekerja, tidak termasuk jagaan dan ruang mati. Penjelasan
- Volume pekerjaan (bill of quantities) - Daftar banyaknya tiap jenis pekerjaan konstruksi, misalnya m3 galian dan kg besi, dasar perhitungan biaya. Penjelasan
W
- Waktu kontak (contact time) - Lama air bersentuhan dengan desinfektan sebelum keluar dari bak kontak. Penjelasan
- Waktu tinggal hidrolis (hydraulic retention time) - Volume efektif dibagi debit; rata-rata lama air berada di dalam bak. Penjelasan
- Waterstop (waterstop) - Pita karet atau PVC yang ditanam di sambungan cor beton agar air tanah tidak merembes. Penjelasan
Singkatan
- ABR (anaerobic baffled reactor) - Reaktor bersekat anaerobik. Penjelasan
- BOD (biochemical oxygen demand) - Kebutuhan oksigen biokimiawi; ukuran bahan organik yang dapat diuraikan bakteri, biasanya diuji 5 hari pada 20 derajat C. Penjelasan
- BOQ (bill of quantities) - Daftar volume pekerjaan dan biaya. Penjelasan
- COD (chemical oxygen demand) - Kebutuhan oksigen kimiawi; ukuran seluruh bahan yang dapat dioksidasi secara kimia, selalu lebih besar daripada BOD. Penjelasan
- DEWATS (decentralised wastewater treatment systems) - Pendekatan pengolahan air limbah terdesentralisasi berbiaya operasi rendah yang dirumuskan Sasse (1998). Penjelasan
- F/M (food to microorganism) - Perbandingan makanan terhadap mikroorganisme. Penjelasan
- HRT (hydraulic retention time) - Waktu tinggal hidrolis. Penjelasan
- HSPK (-) - Harga Satuan Pokok Kegiatan, daftar harga satuan resmi pemerintah daerah. Penjelasan
- IPAL (wastewater treatment plant) - Instalasi pengolahan air limbah. Penjelasan
- MLSS (mixed liquor suspended solids) - Kadar padatan tersuspensi di bak aerasi, ukuran banyaknya biomassa. Penjelasan
- SOR (surface overflow rate) - Beban permukaan. Penjelasan
- SR (house connection) - Sambungan rumah. Penjelasan
- SRT (sludge retention time) - Umur lumpur. Penjelasan
- TSS (total suspended solids) - Padatan tersuspensi total; partikel yang tertahan saringan uji. Penjelasan