Belajar › Konsep dasar
Profil hidrolis dan elevasi
Rujukan buku: Buku 3, Bab 8
IPAL komunal sebaiknya mengalir gravitasi tanpa pompa. Syaratnya, beda tinggi antara muka air pipa masuk dan muka air badan penerima cukup untuk membayar semua kehilangan tinggi tekan.
Cara aplikasi menyusun profil
MA_masuk(1) = elevasi muka air pipa masuk
MA_masuk(i) = MA_keluar(i-1) - 0,05 (pipa penghubung)
MA_keluar(i) = MA_masuk(i) - hL(i)
Dasar(i) = MA_keluar(i) - tinggi air(i)
Puncak(i) = Dasar(i) + tinggi air(i) + jagaan(i)
Sisa = MA_keluar(unit terakhir) - elevasi muka air badan penerima
MA= elevasi muka air (m),hL= kehilangan tinggi tekan di unit (m)- Bak pengering lumpur tidak ikut profil; dasarnya diambil 0,60 m di bawah muka tanah tapak.
Kedalaman galian tiap bak = elevasi tapak dikurangi (dasar - tebal lantai - 0,15 m), minimum 0,60 m. Angka ini dipakai langsung untuk volume galian di BOQ.
Profil hidrolis
Profil hidrolis adalah gambar potongan memanjang yang menunjukkan elevasi muka air, dasar, dan puncak setiap unit, dari pipa masuk sampai titik buang. Profil menjawab dua pertanyaan: apakah air bisa mengalir sendiri, dan seberapa dalam bak harus digali. Makin banyak kehilangan, makin dalam bak di hilir dan makin kecil sisa tinggi tekan.
Pada data awal aplikasi, muka air dari pipa masuk sampai bak ukur turun 1,0-1,45 m untuk R1-R4 dan sekitar 1,76 m untuk R5 karena lahan basah yang panjang.
Kalau muncul PERIKSA pada sisa tinggi tekan atau ada catatan muka air tanah: kurangi jumlah unit seri, kurangi kompartemen, atau naikkan elevasi pipa masuk. Bila tidak mungkin, rencanakan pompa di hilir.
Kehilangan tinggi tekan
Kehilangan tinggi tekan adalah turunnya muka air ketika air melewati satu unit atau satu pipa, karena gesekan, belokan, sekat, media, dan terjunan di pelimpah. Kehilangan terlalu besar menghabiskan beda tinggi; terlalu kecil di atas kertas berarti di lapangan air akan membendung ke hulu.
Nilai di aplikasi:
| Bagian | Kehilangan (m) |
|---|---|
| Pipa penghubung antarunit | 0,05 per sambungan |
| Saringan kasar | rumus kisi, minimum 0,05 |
| Bak pengumpul, pengendap awal, tangki septik, desinfeksi | 0,10 |
| ABR | 0,04 x kompartemen + 0,05 |
| Filter anaerobik | 0,05 x kompartemen + 0,10 |
| Biofilter aerob | 0,10 x kompartemen + 0,10 |
| Bak aerasi / pengendap akhir | 0,15 / 0,30 |
| Lahan basah | kemiringan dasar x panjang + 0,10 |
| Bak ukur | tinggi air di atas ambang + 0,10 |
Kalau muncul PERIKSA pada sisa tinggi tekan: mulai dari unit dengan kehilangan terbesar.
Elevasi muka air pipa masuk
Elevasi muka air pipa masuk adalah ketinggian muka air limbah di ujung pipa induk saat tiba di tapak IPAL. Inilah titik awal seluruh profil: setiap sentimeter yang hilang di sini menurunkan semua dasar bak dan mengurangi sisa tinggi tekan dengan besar yang sama. Nilai terlalu rendah membuat IPAL dalam dan mungkin perlu pompa.
Nilai ini berasal dari gambar jaringan perpipaan, bukan dipilih bebas. Pada data awal aplikasi nilainya +6,40 m, 0,60 m di bawah muka tanah tapak.
Kalau muncul PERIKSA pada sisa tinggi tekan: periksa ulang elevasi ini terhadap profil jaringan. Menaikkannya 0,20 m menaikkan sisa tinggi tekan 0,20 m.
Elevasi muka tanah tapak
Elevasi muka tanah tapak adalah ketinggian permukaan tanah asli di lokasi IPAL. Elevasi ini tidak mengubah muka air, tetapi menentukan kedalaman galian setiap bak dan letak bak pengering lumpur (dasarnya 0,60 m di bawah tapak). Makin tinggi tapak terhadap muka air, makin dalam galian dan makin mahal BOQ.
Pada data awal tapak +7,00 m. Galian yang dalam (lebih dari kira-kira 1,5 m) lazimnya memerlukan penahan tebing atau turap saat pelaksanaan.
Kalau muncul PERIKSA: elevasi tapak tidak diperiksa langsung, tetapi berpengaruh pada volume galian dan catatan air tanah. Pakai data ukur topografi.
Elevasi muka air tanah
Elevasi muka air tanah adalah ketinggian air di dalam tanah di lokasi, sebaiknya muka air tanah tertinggi musim hujan. Bila dasar bak berada di bawahnya, galian akan tergenang saat pelaksanaan dan bak kosong bisa terangkat oleh air tanah.
Aplikasi membandingkan dasar bak terdalam dengan elevasi ini. Bila dasar lebih rendah, aplikasi menulis catatan yang mewajibkan: pemeriksaan gaya angkat, penurunan muka air tanah saat pelaksanaan (dewatering), sambungan cor dengan waterstop, dan beton kedap air. Ini bukan kesalahan rancangan.
Kalau muncul catatan itu: kurangi tinggi air unit terdalam (biasanya pengendap akhir atau aerasi), atau terima dan lengkapi pemeriksaan gaya angkat.
Elevasi muka air badan penerima
Elevasi muka air badan penerima adalah ketinggian muka air sungai atau saluran tempat air olahan dibuang. Pakai muka air banjir rencana, bukan muka air normal: saat banjir, air sungai tidak boleh membalik masuk ke IPAL. Memakai muka air kemarau memberi rasa aman palsu.
Pada data awal +4,60 m.
Kalau muncul PERIKSA pada sisa tinggi tekan: pastikan nilai ini benar-benar muka air banjir, lalu pertimbangkan katup balik (flap gate) dan pompa keluaran bila sisa tetap kurang.
Sisa tinggi tekan
Sisa tinggi tekan adalah selisih antara muka air keluar unit terakhir dan muka air badan penerima. Ini cadangan agar air olahan tetap keluar sendiri saat sungai banjir dan saat kehilangan di lapangan lebih besar dari hitungan.
Kriteria di aplikasi: sisa >= 0,20 m.
Kalau muncul PERIKSA, pilihan berurutan dari termurah:
- Kurangi unit seri atau kompartemen (kehilangan turun).
- Naikkan elevasi pipa masuk bila jaringan memungkinkan.
- Ganti rangkaian dengan kehilangan lebih kecil.
- Pasang pompa keluaran beserta bak penampung.
Gaya angkat air tanah
Gaya angkat air tanah adalah dorongan ke atas dari air tanah pada dasar bak yang terbenam, sama dengan berat air yang dipindahkan bagian bak di bawah muka air tanah. Saat bak dikosongkan untuk dikuras, hanya berat beton yang menahan; bila kalah, bak terangkat dan retak.
U = 9,81 x (MAT - elevasi bawah pelat dasar) x luas luar dasar (kN)
syarat: berat beton / U >= faktor aman (lazim 1,1-1,5)
Aplikasi tidak menghitung gaya angkat; aplikasi hanya memberi catatan bila dasar terdalam di bawah muka air tanah. Kalau catatan itu muncul: hitung tangan seperti di studi kasus, dan bila kurang, tebalkan pelat dasar, perlebar pelat keluar dinding (tumit), atau pasang pengaman angkat.
Kesalahan yang sering terjadi
- Memakai elevasi dasar pipa masuk sebagai muka air pipa masuk tanpa sadar, atau sebaliknya.
- Memakai muka air normal sungai, bukan muka air banjir.
- Lupa kehilangan di pipa penghubung; tujuh unit seri (enam sambungan) sudah menghabiskan 0,30 m.
- Membangun bak lebih tinggi dari profil karena "biar aman"; pelimpah tidak sejajar membuat air membendung.
Studi kasus: Griya Asri
R1 (abr-af). Muka air turun dari +6,40 m ke +5,061 m (total 1,339 m: unit 1,039 m dan
pipa 6 x 0,05 = 0,30 m).
| Unit | MA masuk | MA keluar | Dasar |
|---|---|---|---|
| Saringan | 6,400 | 6,350 | 6,300 |
| Bak pengumpul | 6,300 | 6,200 | 4,700 |
| Pengendap awal | 6,150 | 6,050 | 4,050 |
| ABR | 6,000 | 5,710 | 3,710 |
| Filter anaerobik | 5,660 | 5,460 | 3,560 |
| Desinfeksi | 5,410 | 5,310 | 4,110 |
| Bak ukur | 5,260 | 5,061 | 4,661 |
Sisa tinggi tekan = 5,061 - 4,60 = 0,461 m, OK. Dasar terdalam +3,56 m masih 0,56 m di atas muka air tanah +3,00 m. Bila muka air pipa masuk turun ke +6,00 m, sisa tinggal 0,061 m (PERIKSA).
R5 (abr-lahan-basah). Lahan basah 67 m kehilangan 0,77 m, sisa hanya 0,041 m, PERIKSA.
Menaikkan muka air pipa masuk ke +6,60 m memberi sisa 0,241 m (OK).
R4 (lumpur-aktif). Dasar pengendap akhir +2,50 m, 0,50 m di bawah muka air tanah, sehingga
muncul catatan gaya angkat. Periksa tangan (bukan keluaran aplikasi): bawah pelat sekitar +2,25 m,
tekanan 9,81 x 0,75 = 7,4 kN/m2, luas luar 6,60 m x 2,55 m = 16,8 m2, gaya angkat sekitar 124 kN.
Beton bak 18,07 m3 x 24 kN/m3 = 434 kN, faktor aman sekitar 3,5: aman.
Rujukan
- Buku 3, Bab 8.
- Metcalf & Eddy. Wastewater Engineering: Treatment and Resource Recovery (hidrolika instalasi).
- Ten States Standards.
- ISO 1438 (pengukuran debit dengan ambang tipis).